Saturday, March 31, 2012

Mengeluarkan Dana Untuk Umroh Atau Haji, Insyaallah Akan Diganti Lebih Dari Yang Anda Bayangkan!

Ada sebuah kisah sebut saja bapak Anshor. Pada suatu hari bapak Anshor mendapatkan rejeki berlimpah dari Allah SWT. Disisi lain beliau bingung mau dibuat apa rejeki ini, mau dibuat untuk biaya ibadah haji atau untuk perluasan usaha.

Setelah melalui proses permikiran dan pertimbangan, akhirnya bapak Anshor lebih memilih menggunakan separoh hartanya untuk perluasan usaha, namun apa yang terjadi? justru usaha yang beliau jalankan bangkrut alias gulung tikar.

Nah sisanya beliau gunakan untuk ibadah haji, namun apa yang terjadi? Allah mengganti biaya untuk ibadah haji berkali-kali lipat :-) melalui rejeki yang tidak disangka datangnya
Dari kisah nyata diatas, bisa kita jadikan referensi bahwa jika memiliki harta yang cukup sebaiknya diniatkan untuk menyempurnakan rukun islam yang ke 5 ini atau melakukan perjalanan umroh. Percayalah bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

Jika Anda hanya punya dana sekitar 3 jutaan, maka Anda berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh atau haji bersama AlkinSystem. Insyaallah dalam waktu dekat
Mekipun Anda tidak punya dana sama sekali dan Anda punya niat kuat untuk menjalankan ibadah umroh dan haji maka Anda insyallah juga berkesempatan berangkat umroh dan haji bersama AlkinSystem.

Silahkan join di AlkinSystem, Berbisnis sambil Beribadah, Bismillah...Bersama AlkinSystem, kita jalankan peluang bisnis dunia dan akhirat. Klik Disini.

Niat Haji Diterima Karena Amal Shalehnya

Kerjanya hanya sebagai tukang sepatu, ia penduduk kota Damsyik, namanya Muwaffaq. Meskipun begitu, ia ingin pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Muwaffaq mendapat pekerjaan besar sehingga ia memperoleh upah tiga ratus dirham. Itu cukup untuk biaya ke Mekah guna menunaikan ibadah haji yang berniat berangkat haji tahun itu.

Istri Muwaffaq sedang mengandung yang kala itu ia mencium bau sedap yang bukan main dari rumah tetangganya. Orang yang mengandung seperti dia sering menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat alias ngidam. Istri Muwaffaq pun ingin mencicipi masakan tetangganya itu.
“Pergilah minta masakan itu, aku sangat menginginkannya,” katanya kepada Muwaffaq.
“Baik, akan kumintakan kepada pembuatnya”.

Asal bau masakan itu dari tetangga Muwaffaq , ia seorang janda yang punya banyak anak. Kehidupannya sangat miskin dan tidak biasanya dari rumahnya tercium bau masakan sesedap itu.
“Istriku ingin mencicipi masakanmu hari ini, berilah barang sedikit. Dia sedang mengandung,” kata Muwaffaq. Tetangga Muwaffaq diam saja, ia tampak kebingungan.
“Mengapa?” tanya Muwaffaq. “Apa kau keberatan memberinya barang sedikit?”
“Makanan itu halal bagi kami, tetapi haram bagimu” kata perempuan itu.
“Mengapa begitu?” tanya Muwaffaq.

Prempuan janda itu lalu bercerita.. Sudah tiga hari lamanya anak-anaknya yang yatim itu tidak makan. Si perempuan janda pergi mencari makanan kesana kemari. Ia menemukan bangkai seekor himar [sejenis kuda] yang ada di negeri Arab.Perempuan itu memotong sebagian bangkai himar dan membawanya pulang. Bangkai itu haram dimakan, tetapi dalam keadaan darurat dihalalkan. Anak-anak yatim itu akan mati kelaparan jika tidak segera menemukan makanan. Oleh karena itu, ibunya terpaksa membawa daging bangkai itu untuk dimasak dan sebagai makanan mereka.

“Itulah mengapa makanan itu haram bagi kalian” kata perempuan janda itu mengakhiri ceritanya.
Muwaffaq bergegas pulang kerumahnya dan menceritakan hal itu kepada istrinya. Lalu mengambil uang tiga ratus dirham yang sedianya akan digunakan untuk biaya pergi ke Mekah. Diberikannya semua uang itu kepada perempuan janda tetangganya.
“Gunakanlah untuk memberi makan anak-anak yatim itu” kata Muwaffaq. Dengan begitu Muwaffaq tidak bisa pergi menunaikan ibadah haji.

Diantara orang-orang yang menunaikan haji ada seorang laki-laki bernama Abdullah bin Mubarak. Ia tertidur di Masjidil Haram.. Dalam tidurnya dia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit, dan sempat mendengar perbincangan Malaikat-malaikat ini.

“Berapa banyak yang berhaji tahun ini?” tanya salah satu malaikat. “Enam ratus ribu orang” jawab lainnya. “Berapa banyak yang diterima hajinya?” Tidak ada yang diterima, kecuali seorang saja yang bernama Muwaffaq dari Damsyik. Muwaffaq tidak bisa berhaji, tetapi hajinya diterima ALLAH sehingga SEMUA yang berhaji tahun ini DITERIMA berkat diterimanya hajinya Muwaffaq”.
Abdullah bin Mubarak terbangun dari tidurnya.. Siapakah Muwaffaq dari Damsyik itu? Orang yang tidak bisa berhaji, tetapi hajinya diterima. Karena dia (Muwaffaq) diterima, maka semua yang berhaji tahun itu jadi diterima ALLAH SWT.

“Subhannallah.. Hanya Karena Seorang Muwaffaq saja , maka semua yang sedang Naik haji akhirnya diterima..”
Selesai berhaji, Abdullah pergi ke Damsyik untuk mencari seorang Muwaffaq. Rupanya di Damsyik, Muwaffaq cukup dikenal sehingga mudah mencarinya.
“Kebaikan apa yang pernah kau lakukan sehingga kau mendapat derajat setinggi itu dimata ALLAH?” tanya Abdullah. Muwaffaq lalu bercerita tentang janda tetangganya itu. “Niat Hajiku hanya sampai di pintu rumahku” kata Muwaffaq dengan tulus.
Walau demikian ALLAH menerima Niat Haji Muwaffaq tersebut..
Subhannallah.. Hidayah diberikan kepada hambaNya yang bernama Muwaffaq. Bagaimana dengan hamba-hamba ALLAH yang lainnya? Malaikat akan mencatat kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh hambaNya. Berbagilah kebahagiaan kepada saudara-saudara yang kurang beruntung.. InsyaALLAH..

Sumber : AlkinSystem

Alkin Sistem - Tiga Panggilan Kehidupan


Saudaraku, Allah memanggil kita tiga panggilan seumur hidup dalam kehidupan kita. Panggilan yang pertama adalah panggilan Adzan, panggilan yang kedua ialah Umroh atau Haji, dan panggilan yang ketiga adalah kematian.

Ketika Adzan berkumandang, maka baik kita cepat-cepat mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah sholat. Bagi lelaki berkewajiban untuk sholat berjamaah di masjid dan bagi wanita lebih utama melaksanakan sholat di rumah apabila jauh dari masjid. 

Panggilan kedua untuk menunaikan ibadah Umroh atau Haji jikalau mampu. Masalah mampu tidaknya sebenarnya adalah lebih kepada niat kita. Apakah kita niatkan untuk bisa berangkat Umroh / Haji atau memilih pasrah akan keadaan. Ada banyak kisah nyata, orang-orang yang hidupnya dibawah standar ekonomi akan tetapi mampu untuk menunaikan Umroh atau Haji ke Tanah Suci. Mereka memiliki niat yang kuat dan konsisten, sehingga rajin dan sabar mengumpulkan rezeki untuk menunaikan ibadah Umroh atau Haji.

Jikalau Anda niat untuk menunaikan Umroh atau Haji, saya yakin Anda pasti bisa. Asalkan ada kemauan pasti ada jalan. Jangan sampai panggilan pertama dan panggilan kedua belum sempat kita laksanakan, panggilan ketiga sudah dahulu datang menjemput. Allahua’lam.


=====================================================

Jika Anda ingin berangkat Umroh atau Haji dengan biaya hanya Rp 3,500,000 (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) atau Bahkan Gratis, maka silakan mengikuti program kami di http://AlkinSistem.com


=====================================================